Minggu, 01 Juli 2012

Permata Yang Hilang

Yohanes 4:23( baca ay.20-24)
23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Renungkan Nehemia 8:6-7

Mengapa anda pergi ke gereja? Memuji? Bersekutu? Banyak yang mengatakan ia datang untuk menyembah TUHAN. Kendatipun demikian menurut Gary Colin, banyak orang yang pulang setelah ibadah tanpa pernah memuja. Sering terjadi dalam ibadah dari minggu ke minggu, banyak jemaat yang datang beribadah dengan sikap, datang terlambat dan tergegas-gegas dari kehidupan yang penuh kerepotan. TUHAN diberi pemberian 'seadanya', mereka menyanyikan beberapa lagu untuk-Nya, kemudian melupakan tentang Dia sementara menyaksikan pertunjukkan di panggung, sambil membiarkan pikirannya mengembara pada hal-hal lain, dan memfokus pada teman-teman mereka. Pada ahirnya mereka berangkat pulang dengan rasa bahagia karena mereka telah menunaikan tugas mingguannya. Mereka tidak pernah berpikir bahwa mereka baru saja pergi ke ibadah untuk menyembah, tetapi penyembahan tidak pernah terjadi di sana. Terdengar familiar? Maka tidak mengherankan jika A.W. Tozer mengatakan: "Penyembahan adalah permata yang hilang dalam gereja."

Kalau saja kita mau jujur, mungkin kita akan mengakui jika selama bertahun-tahun meskipun kita ke gereja dengan setia, itu semua dilakukan karena kebiasaan atau kewajiban, seringkali untuk bertemu teman-teman dan hanya sedikit yang berpikir tentang beribadah. Kata 'worship' dalam bahasa saxon Worth-Ship memiliki arti ibadah yang berharga. Ibadah adalah aneka tindakan dan sikap yang menghargai dan menghormati kelayakan Allah semesta alam yang Maha Agung. Ibadah sejati meliputi memfokus seutuhnya pada Allah dan mengungkapkan penyembahan kita serta ucapan syukur karena Dia berharga, jadi ibadah berpusat pada Allah bukan pada manusia, atau hal lainnya.

Ibadah yang benar terfokus sepenuhnya kepada TUHAN.

0 comments:

Posting Komentar